ANGINDAI.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV merilis prakiraan cuaca untuk Provinsi Sulawesi Selatan hari ini, Senin, 26 Oktober 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang mencakup angin kencang, suhu udara tinggi, serta kualitas udara yang masuk dalam kategori tidak sehat di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data yang dirilis pada pukul 06.30 WITA, kondisi cuaca pada pagi hari secara umum terpipak cerah berawan. Namun, potensi hujan ringan sudah mulai terdeteksi di sebagian wilayah Enrekang, Luwu, dan Luwu Utara.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca berubah menjadi berawan dengan potensi hujan ringan yang meluas ke berbagai daerah. Wilayah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Barru, Bone, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Takalar, Tana Toraja, dan Toraja Utara.
Pada malam hari, kondisi cuaca kembali berawan dengan potensi hujan ringan yang tersisa di wilayah Gowa, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, dan Sidrap. Sementara itu, pada dini hari, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Pinrang, dan Wajo.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Wilayah IV menyampaikan bahwa kondisi atmosfer hari ini didominasi oleh suhu udara yang cukup terik, berkisar antara 21 hingga 36 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara terpaku cukup tinggi, yakni di kisaran 62 hingga 100 persen, dengan pergerakan angin bertiup dari arah Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan antara 3 hingga 26 kilometer per jam.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dinamika cuaca hari ini, terutama potensi angin kencang yang dapat berdampak di sejumlah kabupaten dan kota,” ujar pihak prakirawan BMKG Wilayah IV dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2026).
BMKG mencatat potensi angin kencang perlu diwaspadai di wilayah Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Luwu. Selain itu, ancaman udara panas juga mengintai sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan, meliputi Bantaeng, Barru, Bone, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Soppeng, Takalar, dan Wajo.
Tidak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan pada tingkat polusi udara. Berdasarkan pemantauan parameter lingkungan, konsentrasi partikulat PM2.5 di wilayah Sulawesi Selatan hari ini berada pada kisaran 55,5 hingga 88,8 mikrogram per meter kubik. Angka ini menempatkan kualitas udara pada kategori tidak sehat, sehingga masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan masker pelindung apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah.

























