ANGINDAI.COM — Sebanyak delegasi pelajar dari Kabupaten Pinrang mendapat kesempatan emas untuk memperluas pengalaman sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah pada ajang Temu Budaya Karya Nusantara (TBKN) XXV Tahun 2026. Kegiatan berskala nasional tersebut dipusatkan di Taman Budaya Yogyakarta pada 28 hingga 30 September 2026.
Kehadiran para pelajar yang didampingi jajaran kepala sekolah dan guru ini menjadi ruang pembelajaran konkret dalam mengenal keberagaman budaya Nusantara. Selain mempelajari kebudayaan dari berbagai daerah lain, para peserta didik dipacu untuk memahami pentingnya menjaga identitas serta kearifan lokal Pinrang di tengah arus modernisasi.
Agenda tahunan tersebut makin semarak dengan kehadiran Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Kehadiran jajaran Kementerian Kebudayaan dan seluruh kontingen se-Indonesia menegaskan pentingnya wadah ini sebagai sarana penguatan karakter generasi muda berbasis kebudayaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja Moenta, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif para pelajar Pinrang dalam ajang nasional tersebut. Menurutnya, keterlibatan peserta didik tidak hanya menambah wawasan akademis dan budaya, tetapi juga mengasah kepercayaan diri serta membuka jejaring antarpelajar dan pendidik dari seluruh pelosok negeri.
”Kesempatan seperti ini tentu sangat baik bagi anak-anak kita. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga memiliki ruang untuk memperkenalkan budaya Pinrang kepada masyarakat dari berbagai daerah,” kata Andi Matjtja Moenta.
Ia menegaskan bahwa proses pengenalan dan pemahaman budaya sejak dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter anak bangsa. Rasa bangga terhadap tanah kelahiran diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif untuk melestarikan warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman.
”Dengan mengenal budaya sendiri, para pelajar diharapkan memiliki rasa bangga terhadap daerah asal sekaligus tumbuh kesadaran untuk ikut menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” tambah Andi Matjtja Moenta.
Bagi Pemerintah Kabupaten Pinrang, keikutsertaan ini bukan sekadar pemenuhan agenda atau pencapaian prestasi formal belakangan ini. Lebih jauh dari itu, keterlibatan langsung di lapangan menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang berwawasan global, percaya diri, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai tradisi daerah.
Sekembalinya dari Yogyakarta, para pelajar diharapkan mampu membagikan pengalaman serta wawasan yang didapatkan kepada rekan sebaya di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memantik semangat kolektif warga Pinrang untuk terus menghargai, mempromosikan, dan melestarikan potensi kebudayaan lokal.

























