ANGINDAI.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Gelombang 116 menggelar Pelatihan Kader Keamanan Pangan di Aula Kantor Kelurahan Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini digagas sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan yang aman, bermutu, dan sehat.
Program kerja individu yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T UNHAS, Awan Kurniawan, ini diikuti oleh enam kader yang terdiri atas unsur kader masyarakat, kader keluarga, dan kader sekolah. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kelurahan Ereng-Ereng beserta jajaran terkait.
Inisiator kegiatan, Awan Kurniawan, menyampaikan bahwa pembentukan dan pelatihan kader ini bertujuan untuk mencetak agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan dari tingkat dasar.
”Kami berharap para kader dari unsur masyarakat, keluarga, dan sekolah ini dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan edukasi keamanan pangan. Melalui pemahaman yang baik, masyarakat dapat terhindar dari potensi risiko penyakit akibat pangan yang tidak aman,” ujar Awan di lokasi kegiatan.
Pelatihan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara KKN-T Keamanan Pangan UNHAS dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat kelurahan.
Dalam pemaparan materi, tim mahasiswa KKN-T UNHAS menyampaikan empat topik utama secara komprehensif. Sesi pertama dibuka oleh Awan yang membawakan materi umum mengenai dasar-dasar keamanan pangan.
Selanjutnya, Gheva memaparkan materi 5 Kunci Keamanan Pangan di Sekolah, Keisha menjelaskan 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga, dan Rigan melengkapi pembahasan melalui materi 5 Kunci Keamanan Pangan Ritel.
Sepanjang pelatihan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui keterlibatan aktif dalam ruang diskusi dan tanya jawab bersama para pemateri.
Salah satu kader peserta pelatihan mengapresiasi materi yang diberikan karena sangat dekat dengan aktivitas harian warga.
”Materi yang disampaikan sangat praktis dan mudah dipahami, mulai dari penanganan pangan di rumah hingga di lingkungan sekolah dan toko. Pengetahuan ini sangat berguna untuk kami bagikan kembali kepada warga sekitar,” ungkap salah satu kader peserta usai kegiatan.
Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, instansi pendidikan, pelaku usaha ritel, dan lingkungan masyarakat luas.
Sinergi ini ditargetkan dapat membangun kesadaran kolektif serta mewujudkan kemandirian keamanan pangan di wilayah Kelurahan Ereng-Ereng dan sekitarnya.

























