ANGINDAI.COM — Gelombang pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) di kawasan Kabupaten Pinrang mulai memberikan dampak signifikan terhadap roda perekonomian masyarakat.
Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melaporkan penurunan pendapatan hingga ancaman kerugian operasional yang cukup parah akibat tidak berfungsinya peralatan kerja elektronik mereka.
Dampak negatif tersebut dirasakan langsung oleh Sarina (35), seorang pelaku usaha yang bergerak di bidang penjualan minuman dingin dan makanan cepat saji di Pinrang.
Ia mengaku pasrah karena stok bahan makanan yang membutuhkan pendingin menjadi cepat rusak, sementara aktivitas pembuatan kuliner es terhenti total selama durasi pemadaman berlangsung.
Sarina menyampaikan bahwa pemadaman yang terjadi secara tidak menentu membuat usahanya sepi pembeli dan berisiko gulung tikar jika situasi terus berlarut-larut. Operasional tempat usahanya sangat bergantung pada pasokan arus listrik.
“Ketika listrik padam berjam-jam, bahan baku berupa daging dan es batu yang sudah dibeli menjadi cair dan membusuk, sehingga pendapatan harian merosot tajam,” kata Sarina kepada angindai.com, Rabu (9/9/2026).
“Aktifitas mati lampu siang sampai sore dan besoknya malam hari. Begitu terus berulang setiap hari, padahal waktu itu aktivitas pembeli banyak,” ungkapnya.
Kondisi serupa dialami oleh Sumiyati, pemilik usaha jasa penjahit rumahan di wilayah setempat. Alat jahit listrik dan mesin obras yang menjadi sarana utama pekerjaannya tidak dapat difungsikan selama pasokan listrik diputus.
Akibatnya, target penyelesaian pakaian milik pelanggan menjadi tertunda dan omzet perharinya merosot tajam.
Sumiyati mengungkapkan bahwa ia kerap mendapat komplain dari para pelanggan karena keterlambatan pesanan.
“Banyak pesanan pakaian yang terpaksa tertunda penjahitannya karena mati lampu 3-4 jam setiap harinya,” katanya.
Pemadaman listrik ini membuat omzet harian turun drastis, sementara ia tidak memiliki generator cadangan untuk mengoperasikan mesin jahit.
Para pelaku usaha kecil di Kabupaten Pinrang berharap pihak PLN dapat segera menyelesaikan kendala teknis yang ada dan memberikan kepastian jadwal pemadaman.
Langkah tersebut dinilai sangat penting agar para pemilik UMKM dapat mengantisipasi serta meminimalisasi potensi kerugian ekonomi yang lebih besar di kemudian hari.
Informasi yang dihimpun, pemadaman listrik di Kabupaten Pinrang berlangsung sejak tanggal 2 September 2026.

























