angindai.com platfom digital modern
News

Lansia 69 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Lahan Perkebunan di Pinrang

×

Lansia 69 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Lahan Perkebunan di Pinrang

Sebarkan artikel ini

ANGINDAI.COM – Peristiwa tragis menimpa seorang wanita lanjut usia di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Korban bernama Hj Ida, berusia 69 tahun, dilaporkan meninggal dunia akibat terjebak dalam kebakaran lahan perkebunan di Desa Mattiroade, Kecamatan Patampanua, pada Jumat (28/8/2026) sore.

Insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 15.24 WITA saat korban sedang beraktivitas di area kebun miliknya. Kobaran api yang membesar dengan cepat diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan di sekitar lokasi kejadian.

Kondisi cuaca yang terik dipadu dengan embusan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat meluas dan mengepung lokasi keberadaan korban. Akibatnya, korban tidak sempat melarikan diri dan terjebak di tengah kepungan asap serta kobaran api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pinrang, Rhommy RM Manule, membenarkan adanya korban jiwa dalam musibah kebakaran lahan perkebunan tersebut.

“Kebakaran lahan yang terjadi mengakibatkan seorang lansia meninggal dunia. Korban diduga terjebak di area yang terbakar dan tidak dapat menyelamatkan diri,” kata Rhommy RM Manule saat memberikan keterangan tertulis.

Rhommy menambahkan bahwa api cepat menyebar karena dipicu oleh kondisi cuaca yang panas dan angin di lokasi. Menurutnya, dugaan sementara sumber api berasal dari aktivitas pembakaran lahan yang lepas kendali.

“Kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan. Kasus ini masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” ujarnya.

Usai kejadian, tim gabungan beserta warga sekitar langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban dari lokasi kebakaran.

Jenazah Hj Ida kini telah diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk menjalani proses pemakaman.

Pihak BPBD bersama aparat kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna merangkai kronologi lengkap peristiwa tersebut serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih saat kondisi cuaca kering dan berangin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   9   =