ANGINDAI.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Posko Ereng-Ereng menggelar sosialisasi keamanan pangan di Pondok Pesantren Al-Furqan, Kelurahan Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (5/8/2026) baru-baruini.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengedukasi warga sekolah guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat dan peduli terhadap kualitas konsumsi harian.
Program kerja yang berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tersebut menyasar para siswa hingga tenaga pendidik. Tim mahasiswa KKN-T Unhas hadir langsung sebagai fasilitator untuk memaparkan materi utama bertajuk 5 Kunci Keamanan Pangan di Sekolah.
Dua pemateri mahasiswa KKN-T Unhas, Keisha dan Charina, mengulas secara terperinci lima prinsip mendasar dalam menjaga konsumsi harian.
Kelima poin tersebut mencakup pentingnya mengenali pangan yang aman, membeli pangan yang aman, membaca label kemasan dengan seksama, menjaga kebersihan diri serta lingkungan, hingga keberanian melaporkan temuan pangan yang berpotensi tidak aman.
Materi disajikan dengan mengaitkan kebiasaan belanja dan jajan siswa sehari-hari agar relevan dan mudah dipraktikkan.
Pemateri kegiatan, Keisha, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai keamanan pangan sangat krusial untuk ditanamkan sejak dini melalui kebiasaan-kebiasaan kecil.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap siswa dapat memahami bahwa keamanan pangan merupakan hal yang penting dan dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan diharapkan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar,” ujar Keisha, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan edukasi berlangsung interaktif melalui penyampaian materi secara langsung yang dipadu dengan sesi diskusi serta tanya jawab. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif membagikan pengalaman jajan mereka, menyampaikan pendapat, hingga mengajukan pertanyaan seputar kelayakan makanan di sekitar sekolah.
Dampak positif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh peserta. Salah satu siswa Pondok Pesantren Al-Furqan, Sinar mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan memberikan wawasan baru yang praktis bagi kehidupan mereka di sekolah maupun di rumah.
“Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan dan memperhatikan makanan sebelum dikonsumsi,” ungkapnya.
“Materi yang disampaikan juga mudah dipahami karena diberikan melalui contoh yang dekat dengan kegiatan sehari-hari. Saya berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan bersama teman-teman di sekolah,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan sosialisasi ini, kolaborasi mahasiswa KKN-T Unhas dan BPOM diharapkan mampu membangun budaya keamanan pangan yang berkelanjutan di Pondok Pesantren Al-Furqan.
“Upaya ini menjadi fondasi penting dalam mendukung terciptanya ekosistem sekolah yang sehat, aman, serta responsif terhadap kualitas pangan siswa Pondok Pesantren Al-Furqan,” pungkasnya.

























