angindai.com platfom digital modern
News

Desa Labbo Menuju Desa Pangan Aman, Mahasiswa KKN-T Unhas dan BPOM Gelar Bimbingan Teknis UMKM

×

Desa Labbo Menuju Desa Pangan Aman, Mahasiswa KKN-T Unhas dan BPOM Gelar Bimbingan Teknis UMKM

Sebarkan artikel ini

ANGINDAI.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Keamanan Pangan Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para pelaku UMKM di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Labbo ini digelar untuk mendorong terwujudnya program Desa Pangan Aman melalui peningkatan pemahaman standar mutu dan legalitas usaha.

​Bimtek ini merupakan bagian integral dari program kerja utama bertajuk Desa Pangan Aman: Penguatan Budaya Keamanan Pangan pada UMKM, IRTP, Ritel, Sekolah, dan Keluarga. Pelaksanaan kegiatan dikawal langsung oleh tim fasilitator mahasiswa yang terdiri atas Oryza, Amirah, Pute, dan Silvia.

Sebanyak sembilan pelaku usaha lokal berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini, yang meliputi empat pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), dua penyedia pangan siap saji, serta tiga pengelola ritel pangan.

​Tujuan utama dari bimbingan teknis ini adalah memperkuat kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pelaku usaha dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan sesuai standar BPOM.

Selain pembekalan materi, kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal pendampingan agar produk lokal Desa Labbo dapat memenuhi standar legalitas, bernilai jual tinggi, layak edar, serta aman dikonsumsi oleh masyarakat luas.

​Materi pelatihan yang disajikan mencakup regulasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), tata cara penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang aman, ketentuan pengemasan, pelabelan, hingga tata cara iklan produk pangan. Selain itu, peserta juga dibekali materi Lima Kunci Keamanan Pangan untuk kategori pangan siap saji maupun sektor ritel.

Sesi pemaparan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif guna membedah kendala teknis dan operasional yang dihadapi para pelaku usaha di lapangan.

​Perwakilan tim fasilitator KKN-T Unhas, Amirah, menegaskan pentingnya komitmen pelaku usaha dalam menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten demi perlindungan konsumen dan kemajuan bisnis lokal.

​”Kami berharap melalui bimbingan teknis ini, para pelaku UMKM, penyaji pangan siap saji, dan pengelola ritel di Desa Labbo dapat tergerak untuk menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten. Bukan hanya sekadar memenuhi formalitas regulasi, tetapi betul-betul menjaga mutu produk demi melindungi kesehatan masyarakat. Semoga ilmu yang dibagikan menjadi modal berharga bagi UMKM lokal untuk naik kelas, memperluas jangkauan pasar dengan produk yang aman dan terpercaya, serta menjadikan Desa Labbo sebagai pelopor Desa Pangan Aman,” ujar Amirah.

​Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Para pelaku usaha aktif mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi mengenai tantangan produksi harian mereka.

Salah seorang pelaku usaha UMKM Keripik Pisang di Desa Labbo menyampaikan bahwa materi yang didapatkan memberikan panduan praktis yang sangat dibutuhkan usaha kecil.

​”Melalui bimbingan teknis ini kami memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai cara menghasilkan produk pangan yang aman dan sesuai ketentuan. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat kami terapkan untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan mutu produk yang kami hasilkan sehingga kepercayaan konsumen terhadap produk kami semakin meningkat,” ungkapnya.

​Melalui sinergi ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap dapat memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara BPOM, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat setempat.

Peningkatan kapasitas para pelaku IRTP, ritel, dan pengolah makanan siap saji diharapkan mampu menjadikan Desa Labbo sebagai model percontohan Desa Pangan Aman yang menghasilkan produk terpercaya serta memberikan perlindungan maksimal bagi kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   9   =