ANGINDAI.COM – Petani di Kelurahan Samaturue, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, mencatatkan hasil menggembirakan pada panen perdana musim ini.
Meski dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang cukup panjang, produktivitas padi di wilayah tersebut mampu menembus angka sekitar 10 hingga 11 ton per hektare.
Capaian tersebut membuktikan bahwa keterbatasan pasokan air tidak sepenuhnya menghambat upaya masyarakat dalam mempertahankan hasil produksi pertanian.
Melalui pengelolaan lahan yang optimal serta penerapan teknik budidaya yang tepat, sektor pertanian di wilayah ini tetap produktif dan mampu memberikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudy, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani saat menghadiri kegiatan panen perdana di Kelurahan Samaturue pada Selasa, 8 September 2026.
Menurutnya, hasil panen ini menjadi bukti ketangguhan dan pengalaman petani Pinrang dalam mengarungi tantangan perubahan iklim serta kondisi musim.
“Alhamdulillah, hasil ini tentu menjadi kabar baik bagi kita semua. Di tengah kondisi kemarau, petani masih mampu mempertahankan produktivitas yang tinggi,” kata Andi Sinapati.
Ini tentu memberikan manfaat besar bagi petani sekaligus menjadi bagian dari upaya kita menjaga produksi pangan di Kabupaten Pinrang,” ujar Sinapati Rudy.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan panen melimpah ini merupakan buah dari ketekunan para petani lokal, yang dipadukan dengan pendampingan intensif dari tenaga penyuluh pertanian serta penerapan teknik budidaya secara berkelanjutan di lapangan.
Hasil produksi yang tinggi ini diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan pangan daerah, tetapi juga meningkatkan taraf pendapatan petani secara langsung.
Dengan produktivitas yang terjaga, perekonomian masyarakat di kawasan basis pertanian diperkirakan akan ikut bergerak positif.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Pinrang berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian lewat pendampingan berkelanjutan dan optimalisasi seluruh sumber daya yang ada.
Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat Kabupaten Pinrang merupakan salah satu daerah pilar utama penyangga pangan di Sulawesi Selatan.

























