angindai.com platfom digital modern
News

Panen Perdana Padi di Paleteang Pinrang Tembus 13 Ton Per Hektare

×

Panen Perdana Padi di Paleteang Pinrang Tembus 13 Ton Per Hektare

Sebarkan artikel ini

ANGINDAI.COM — Produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Pinrang terus mencatatkan capaian positif meskipun berada di bawah tekanan cuaca ekstrem.

Hasil ubinan pada panen padi perdana di Kelurahan Temmasarangnge, Kecamatan Paleteang, mencatatkan angka impresif mencapai 13 ton per hektare di tengah kondisi musim kemarau dan fenomena El Nino yang melanda wilayah Sulawesi Selatan.

​Capaian hasil panen tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., saat menghadiri kegiatan panen perdana di areal persawahan Kelurahan Temmasarangnge, Jumat (11/9).

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang A. Sinapati Rudy serta Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Pinrang Bachrumsyah.

​Angka produktivitas sebesar 13 ton per hektare yang dicatat oleh tim statistik menjadi bukti ketangguhan para petani Pinrang dalam mengelola lahan dan sumber daya air secara efektif.

Hasil ini memberikan kepastian keberlanjutan pasokan pangan daerah sekaligus menjaga posisi Kabupaten Pinrang sebagai salah satu lumbung dan penyangga pangan utama di Sulawesi Selatan.

​Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang tetap mampu menjaga angka produksi tetap tinggi di tengah berbagai tantangan cuaca.

​”Capaian ini patut kita apresiasi karena diperoleh dalam kondisi yang tidak mudah. Musim kemarau dan El Niño memberikan tantangan tersendiri bagi petani, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air. Namun produktivitas tetap mampu dijaga,” kata Sudirman Bungi di lokasi panen.

​Menurut Sudirman, keberhasilan panen di Paleteang bukan sekadar pencapaian statistik semata, melainkan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi para petani dan stabilitas harga beras bagi masyarakat luas.

Dengan hasil panen yang terjaga, pendapatan petani diharapkan dapat meningkat dan ketersediaan pangan di daerah tetap aman.

​”Yang paling penting adalah bagaimana sinergi ini terus kita jaga. Pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki agar petani tetap dapat berproduksi dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari hasil pertanian tersebut,” tutur Sudirman.

​Lebih lanjut, Sudirman menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, tenaga penyuluh lapangan, pengelola irigasi, serta para petani.

Langkah bersama yang terencana dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan iklim dunia dan keterbatasan ketersediaan air pasokan pertanian.

​Pemerintah Kabupaten Pinrang berkomitmen untuk terus mendorong berbagai inovasi di bidang pertanian.

Langkah strategis yang disiapkannya meliputi penerapan teknologi tepat guna, pemilihan varietas benih tahan kekeringan, hingga optimalisasi serta pengelolaan jaringan irigasi agar lebih efektif dan efisien.

​Keberhasilan ubinan 13 ton per hektare di Kecamatan Paleteang ini diharapkan menjadi percontohan dan memotivasi para petani di wilayah kecamatan lain se-Kabupaten Pinrang untuk terus meningkatkan produksi pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   1   =