angindai.com platfom digital modern
News

5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga, oleh Mahasiswa KKN Unhas saat Bimtek di Ereng-Ereng Bantaeng

×

5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga, oleh Mahasiswa KKN Unhas saat Bimtek di Ereng-Ereng Bantaeng

Sebarkan artikel ini

ANGINDAI.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga di Kelurahan Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (29/7/2026) lalu.

Kegiatan yang berlangsung di rumah warga ini menyasar para ibu rumah tangga sebagai garda terdepan dalam pengelolaan konsumsi harian keluarga.

​Program kerja individu yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T Unhas, Adinda Ghevara Maharani, tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Edukasi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan prinsip keamanan pangan di lingkup rumah tangga.

​Inisiator kegiatan, Adinda Ghevara Maharani, menyampaikan bahwa ibu rumah tangga memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan kualitas gizi dan kesehatan keluarga melalui makanan yang disajikan.

​”Ibu rumah tangga merupakan pihak utama yang memilih, membeli, menyimpan, mengolah, hingga menyajikan pangan di rumah. Melalui bimbingan teknis ini, kami ingin mendorong penerapan perilaku pengolahan pangan yang tepat guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak aman,” ujar Adinda, Senin (10/8/2026).

​Dalam pemaparannya, peserta dibekali lima kunci utama keamanan pangan keluarga. Kelima kunci tersebut mencakup kemampuan mengenali karakteristik pangan yang aman, ketelitian memilih sumber pembelian pangan, kebiasaan membaca label produk secara cermat, menjaga kebersihan sebelum pengolahan dan konsumsi, hingga keberanian melaporkan produk pangan yang diduga membahayakan kesehatan.

​Berbeda dari sosialisasi searah, pelaksanaan kegiatan mengusung metode Focus Group Discussion (FGD) dengan mahasiswa KKN-T bertindak sebagai fasilitator.

Pendekatan interaktif ini memberi ruang luas bagi para peserta untuk berkonsultasi, berbagi pengalaman, serta mengevaluasi kebiasaan pengolahan pangan harian mereka.

​Salah seorang peserta warga Kelurahan Ereng-Ereng, Mariani, mengapresiasi dialog terbuka yang dibangun selama bimbingan teknis berlangsung.

​”Penjelasannya sangat dekat dengan apa yang kami lakukan di dapur setiap hari. Selama ini ada hal-hal kecil seperti cara menyimpan bahan makanan atau membaca tanggal kedaluwarsa yang kurang kami perhatikan. Lewat diskusi ini kami jadi lebih paham cara melindungi keluarga dari makanan berbahaya,” ungkap Mariani.

​Melalui kegiatan edukasi berbasis komunitas ini, mahasiswa KKN-T Unhas berharap kesadaran keamanan pangan dapat berlanjut menjadi budaya harian masyarakat di Bantaeng, sehingga terwujud ketahanan kesehatan keluarga yang mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   7   =