ANGINDAI.COM – Potensi kekayaan sumber daya alam yang melimpah di Papua Tengah harus dijadikan sebagai fondasi utama dalam memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mewujudkan keadilan pembangunan.
Tegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Papua Tengah sekaligus mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Hasanuddin, Deinas Geley, saat hadir sebagai pembicara pada International Conference di Hotel Gammara Makassar, Kamis (23/7/2026).
Dalam perhelatan ilmiah berskala internasional tersebut, Deinas membawakan makalah bertajuk “Rekonfigurasi Tata Kelola Sumber Daya Alam: Dinamika Politik Transformasi Menuju Kesetaraan di Papua Tengah.”
Ia menggarisbawahi bahwa tingginya potensi kekayaan alam daerah tidak boleh hanya berhenti pada aktivitas pemanfaatan materi semata, melainkan wajib diimbangi dengan model pengelolaan yang menjamin pemerataan manfaat bagi seluruh lapisan warga.
Menurut Deinas, arah pembangunan daerah tidak lagi dapat bergantung sepenuhnya pada pola eksploitasi.
Hal yang jauh lebih mendesak adalah memastikan seluruh hasil pengelolaan tersebut berkontribusi langsung pada penurunan tingkat kesenjangan sosial, penataan kualitas hidup, serta perwujudan kedaulatan ekonomi masyarakat di tanah Papua.
“Kekayaan alam Papua Tengah merupakan modal besar untuk pembangunan. Tantangan kita adalah memastikan pengelolaannya benar-benar menghadirkan kesejahteraan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan menciptakan pembangunan yang lebih berkeadilan,” kata Deinas di hadapan para peserta konferensi.
Guna mewujudkan tata kelola yang inklusif, Deinas mendorong hadirnya mekanisme administrasi publik yang transparan, akuntabel, serta partisipatif.
Ia menyoroti keberadaan masyarakat adat sebagai pemangku kepentingan utama yang tidak boleh ditinggalkan dalam setiap tahapan penyusunan kebijakan strategis.
“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Papua Tengah,” lanjut Deinas.
Konferensi internasional ini diselenggarakan atas kolaborasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar bersama jejaring akademis lintas negara.
Lembaga mitra yang terlibat antara lain Faculty of Political Science and Public Administration Polytechnic University of the Philippines, Faculty of Law Vellore Institute of Technology India, Government Law College Ramanathapuram, Program Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman.
Selanjutnya, FISIP Universitas Sam Ratulangi, Politeknik STIA LAN Bandung, Faculty of Administration and Finance University of Raparin Kurdistan-Irak, serta Institute for Research and European Studies Makedonia Utara.
Berlangsung selama dua hari pada 23–24 Juli 2026, forum ini mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta praktisi kebijakan dari 12 negara.
Delegasi mancanegara yang hadir tercatat berasal dari Makedonia Utara, Thailand, Spanyol, Filipina, India, Vietnam, Irak, Yordania, Malaysia, Nigeria, Pakistan, hingga Korea Selatan.
Kehadiran Deinas Geley yang juga sedang menyelesaikan studi jenjang S3 di Universitas Hasanuddin ini mempertegas komitmennya untuk memadukan pengalaman praktis sebagai pemangku kebijakan daerah dengan pendekatan ilmiah akademis.
Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan publik yang substantif, aplikatif, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Papua Tengah secara berkelanjutan.

























