ANGINDAI.COM — Lapangan Lasinrang Kabupaten Pinrang berubah menjadi lautan manusia saat ribuan masyarakat dari berbagai elemen berkumpul untuk mengikuti Pawai Ta’aruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriah 1448 H, Selasa (16/6). Kegiatan religius yang berlangsung dengan sangat meriah ini dilepas secara resmi oleh Bupati Pinrang H.A. Irwan Hamid, S.Sos, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang Sri Widiati A. Irwan.
Pawai taaruf ini diselenggarakan tidak hanya sebagai bentuk perayaan pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan juga menjadi sarana syiar Islam yang efektif untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara sesama warga Kabupaten Pinrang. Melalui kemeriahan acara ini, pemerintah daerah berharap dapat memicu dan menumbuhkan kembali semangat religius yang kuat dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Dalam pidato sambutannya, Bupati Irwan Hamid menyampaikan pandangannya bahwa momentum pergantian tahun baru Islam sudah seharusnya diisi dengan berbagai kegiatan yang memiliki nilai keagamaan tinggi. Menurutnya, syiar Islam harus terus digaungkan di tengah masyarakat demi membentuk karakter daerah yang religius. Karakter religius inilah yang dinilai sebagai fondasi mendasar dan modal utama dalam menciptakan lingkungan daerah yang aman, damai, serta harmonis.
Bupati Irwan Hamid juga menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremoni tahunan yang dilewati tanpa makna. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan perhatian, kepedulian, dan kemeriahan yang setara terhadap tahun baru Islam, sebagaimana masyarakat pada umumnya menyambut pergantian tahun masehi. Hal ini dianggap penting untuk menanamkan rasa cinta yang mendalam pada generasi muda terhadap identitas dan nilai-nilai keislaman mereka.
Lebih lanjut, pemimpin daerah Pinrang ini memotivasi warganya untuk menjadikan momen hijrah ini sebagai wadah melakukan introspeksi bersama, mengevaluasi kekurangan di masa lalu, dan berkomitmen melakukan perbaikan diri agar kualitas kehidupan di tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Di samping membahas mengenai esensi Tahun Baru Hijriah, Bupati Irwan Hamid memanfaatkan momen berkumpulnya massa ini untuk menyampaikan ucapan selamat datang kembali secara resmi kepada rombongan jamaah haji asal Kabupaten Pinrang. Para jamaah tersebut diketahui telah tiba dengan selamat di tanah air setelah menyelesaikan seluruh rangkaian rukun Islam kelima di Tanah Suci Mekah.
Dalam kesempatan yang sama, suasana sempat khidmat saat Bupati menyampaikan rasa duka cita yang mendalam serta doa terbaik untuk dua orang jamaah haji asal Pinrang yang dilaporkan wafat di Tanah Suci. Beliau mendoakan agar kedua almarhum mendapatkan tempat termulia di sisi Allah SWT dan seluruh keluarga yang ditinggalkan di Pinrang diberikan ketabahan serta keikhlasan yang lapang.
Bupati Irwan Hamid meyakini bahwa nilai-nilai luhur yang melekat pada peringatan Tahun Baru Hijriah, seperti semangat persatuan, kepedulian sosial, kebersamaan, dan dorongan untuk terus berbenah diri, merupakan modal sosial yang sangat krusial. Nilai-nilai tersebut menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat Pinrang yang harmonis serta menjadi roda penggerak bagi kesuksesan program pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Acara pelepasan pawai taaruf yang kolosal ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh jajaran unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang A. Calo Kerrang, Staf Ahli Bupati, para Asisten, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang Muhammad Idris Usman, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah H. Idris Muhammad, para pimpinan lembaga dan organisasi kemasyarakatan Islam, beserta ribuan peserta pawai yang datang dari berbagai perwakilan komunitas, sekolah, dan instansi.
Melalui kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap agar spirit positif dari Tahun Baru Hijriah 1448 H tidak berhenti pada kemegahan pawai saja. Dampak nyata yang diharapkan adalah munculnya penguatan nilai keagamaan, persatuan yang kokoh, dan kepedulian sosial yang nyata, yang semuanya akan menjadi fondasi kuat dalam kehidupan bermasyarakat di Bumi Lasinrang.

























