angindai.com platfom digital modern
News

PENAS XVII 2026: Petani dan Nelayan Pinrang Serap Inovasi Teknologi Nasional

×

PENAS XVII 2026: Petani dan Nelayan Pinrang Serap Inovasi Teknologi Nasional

Sebarkan artikel ini
Peserta PENAS XVII 2026 asal Kabupaten Pinrang aktif mempelajari inovasi teknologi dan praktik terbaik dari berbagai daerah demi mendongkrak produktivitas lokal.
Peserta PENAS XVII 2026 asal Kabupaten Pinrang aktif mempelajari inovasi teknologi dan praktik terbaik dari berbagai daerah demi mendongkrak produktivitas lokal.

ANGINDAI.COM — Kontingen asal Kabupaten Pinrang tidak ingin menyia-nyiakan momentum Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026. Selain menghadiri agenda seremonial dan pameran, para peserta memanfaatkan ajang skala nasional ini sebagai wadah strategis untuk menimba ilmu, menyerap inovasi teknologi, dan berbagi pengalaman dengan pelaku sektor pangan dari seluruh penjuru Indonesia.

Memasuki hari pelaksanaan kegiatan pada Ahad (21/6), delegasi petani dan nelayan Bumi Lasinrang tersebut terlihat aktif bergerak. Mereka mengunjungi berbagai stan pameran, melihat langsung area demonstrasi teknologi pertanian dan perikanan, serta terlibat diskusi intensif dengan para pelaku usaha serta sesama petani-nelayan dari provinsi lain mengenai praktik terbaik (best practice) yang sukses diterapkan di daerah masing-masing.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudi, menegaskan bahwa esensi utama dari keikutsertaan dalam PENAS ini adalah transfer pengetahuan. Menurutnya, ruang pertukaran inovasi dan metode budidaya modern yang terbuka lebar di ajang tiga tahunan ini harus dioptimalkan demi mendongkrak produktivitas di tingkat lokal.

Sinapati menjelaskan, PENAS bukan sekadar panggung pertemuan biasa, melainkan sarana pembelajaran krusial. Di lokasi ini, para peserta dapat menyaksikan langsung efektivitas penerapan teknologi baru yang telah teruji di wilayah lain, sehingga dapat diadaptasi untuk menjawab tantangan pertanian di Kabupaten Pinrang.

Ia menaruh harapan besar agar seluruh peserta asal Pinrang membawa pulang bekal ilmu sebanyak-banyaknya. Implementasi pengetahuan baru tersebut dinilai akan sangat membantu meningkatkan efisiensi dan hasil usaha tani saat mereka kembali ke daerah.

Lebih lanjut, Sinapati menggarisbawahi bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sektor agraris. Mengingat pertanian dan perikanan merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Pinrang, penguasaan teknologi yang lebih baik secara otomatis akan mendorong peningkatan produksi, yang pada gilirannya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

Sebagai agenda yang dinantikan oleh seluruh pelaku sektor pangan nasional, PENAS juga menjadi ruang bagi Pemkab Pinrang untuk memperluas jejaring kemitraan dan kolaborasi guna mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui langkah ini, inovasi yang dibawa pulang diharapkan mampu menjadi solusi konkret bagi kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Pinrang.(*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   1   =