ANGINDAI.COM – Perjalanan kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Pinrang memasuki babak baru di bawah komando Hastan Mattanete. Terpilihnya sosok yang memiliki akar kuat dalam dunia aktivis mahasiswa ini memperkuat warna baru dalam regenerasi politik lokal setelah ia resmi ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Pinrang periode 2026–2031.
Hastan Mattanete, yang lahir di Labolong pada 24 Juli 1978 dan kini berusia 48 tahun, dikenal luas sebagai figur yang memiliki rekam jejak organisasi yang sangat matang, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Sebelum memimpin partai beringin di Pinrang, jejak kepemimpinannya telah terbentuk sejak masa perkuliahan, di mana ia pernah dipercaya menakhodai Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor.
Pengalaman organisasi dari komitmen kepemudaannya ini tidak berhenti di HMI. Selama menempuh pendidikan tinggi di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB), ia aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIKA Bogor dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor.
Setelah kembali ke tanah kelahiran, keterlibatannya di kancah sosial dan politik semakin intensif.
Ia tercatat aktif dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Pinrang, serta berproses di internal Partai Golkar mulai dari pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Depicab SOKSI Kabupaten Pinrang, hingga BMK 57 Kosgoro Kabupaten Bogor.
Di bawah kepemimpinannya, Hastan menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas melakukan konsolidasi struktural secara masif hingga tingkat dusun serta memperkuat pengaderan bagi kalangan muda.
“Kami akan memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk melakukan konsolidasi besar-besaran, baik di tingkat kecamatan maupun desa dan kelurahan. Pengaderan juga akan dimaksimalkan, termasuk perekrutan kader-kader muda, demi mencapai tujuan menambah kursi. Terakhir, kami memohon doa dan dukungan semua pihak,” ujar Hastan.
Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menilai latar belakang aktivis dan kematangan organisasi yang dimiliki Hastan menjadi modal besar untuk membawa Golkar Pinrang menghadapi tantangan politik ke depan, khususnya menyongsong Pemilu 2029.
“Dari forum Musda XI inilah akan lahir gagasan strategis dan kepemimpinan visioner yang mampu menjawab tantangan zaman. Setelah Musda ini, saya minta ketua terpilih dapat merangkul seluruh elemen untuk bergerak bersama membesarkan Partai Golkar hingga ke pelosok Pinrang,” ungkap IAS.
IAS menekankan bahwa Musda tidak boleh berhenti pada seremoni pergantian pengurus, melainkan harus menjadi momentum penguatan mesin partai menjelang Pemilu 2029.
“Dari forum Musda XI inilah akan lahir gagasan strategis dan kepemimpinan visioner yang mampu menjawab tantangan zaman. Setelah Musda ini, saya minta ketua terpilih dapat merangkul seluruh elemen untuk bergerak bersama membesarkan Partai Golkar hingga ke pelosok Pinrang,” tegas IAS di hadapan para peserta Musda.
Mantan Wali Kota Makassar itu juga mengapresiasi mantan Ketua DPD II Golkar Pinrang, H. Usman Marham, atas keberhasilannya menyiapkan proses regenerasi kepemimpinan. Menurut IAS, kepemimpinan yang sukses adalah kepemimpinan yang mampu mencetak penerus untuk menjaga keberlanjutan organisasi.
“Pak Usman menunjukkan kematangan berpolitik yang luar biasa. Kepemimpinannya berhasil menyiapkan regenerasi untuk melanjutkan estafet di DPD Golkar Pinrang demi merealisasikan target politik pada Pemilu 2029. Beliau membuktikan bahwa masa depan dan kejayaan partai berada di tangan generasi penerus,” kata IAS.
IAS mematok target terukur bagi kepengurusan baru Golkar Pinrang, yakni meningkatkan perolehan kursi legislatif di DPRD Kabupaten Pinrang pada Pemilu 2029 mendatang melalui penetrasi struktur hingga ke tingkat dusun.
“Target kita terukur dan jelas: menambah kursi legislatif di DPRD Pinrang. Konsolidasi organisasi tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten, melainkan harus masif berlanjut ke tingkat kecamatan, desa, kelurahan, hingga tingkat dusun,” tambahnya.
Sementara itu, H. Usman Marham yang kini mengemban amanah sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) IX Golkar Sulsel optimis pengurus baru mampu melanjutkan tren positif yang telah dicapai pada periode sebelumnya, termasuk lonjakan kursi hingga 80 persen dan pembenahan infrastruktur kantor partai.
“Perolehan kursi pada Pemilu lalu sudah melonjak hingga 80 persen, dan infrastruktur kantor Golkar pun telah kita benahi. Tugas generasi penerus selanjutnya adalah melanjutkan cita-cita mewujudkan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Pinrang,” ungkap Usman.
Namun, Usman menekankan pentingnya membangun fondasi internal yang kokoh sebagai syarat utama pencapaian target-target politik tersebut.
“Pengurus baru harus menyolidkan internal terlebih dahulu. Tanpa soliditas, sulit bagi kita mewujudkan target partai. Konsolidasi dan komunikasi masif harus berjalan simultan. Namun, saya sangat optimistis Golkar Pinrang akan melahirkan figur pemimpin yang kapabel dalam mengeksekusi target-target strategic partai,” pungkasnya.

























