ANGINDAI.COM – Eskalasi politik di tingkat lokal Kabupaten Pinrang mulai terasa memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golongan Karya (Golkar) Pinrang.
Persaingan untuk menduduki kursi pimpinan tertinggi partai berlambang pohon beringin tersebut diprediksi akan berlangsung sengit, meskipun jadwal resmi pelaksanaan musyawarah hingga saat ini belum ditetapkan.
Suhu politik lokal meningkat menyusul pernyataan resmi dari Ketua DPD II Golkar Pinrang, Usman Marham, yang menyatakan kesiapannya untuk fokus menyiapkan generasi penerus dalam memimpin kepengurusan partai untuk periode lima tahun ke depan.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri untuk periode kedua.
“Saat ini saya memilih untuk menyiapkan generasi pelanjut di Golkar Pinrang,” kata Usman Marham, kepada angindai.com baru-baru ini.
Lebih lanjut, Usman memberikan penekanan terkait kriteria dan syarat ideal bagi sosok yang ingin memimpin Golkar Pinrang ke depan.
Menurutnya, figur pimpinan baru harus memiliki komitmen kerja dan kesiapan yang matang.
“Ketua Golkar Pinrang ke depan harus memiliki semangat kekaryaan, loyalitas tinggi, serta kapasitas finansial yang memadai untuk menggerakkan roda organisasi,” ujar Usman.
Seiring dengan munculnya sinyal peralihan kepemimpinan tersebut, bursa calon ketua DPD II Golkar Pinrang mulai ramai diwarnai oleh nama-nama potensial.
Dari internal partai, beberapa kader yang dinilai menjadi kandidat kuat antara lain Syamsuri, Hastan Mattanette, Amri Manangkasi, Usman Bengawan, Harun, serta Hj. Rusna Dalle.
Sementara itu, persaingan juga diprediksi akan semakin terbuka dengan hadirnya figur dari luar internal partai.
Nama Frangki Baramuli disebut-sebut masuk dalam bursa dan berpeluang ikut bertarung memperebutkan posisi Ketua DPD II Golkar Pinrang pada Musda mendatang.

























