angindai.com platfom digital modern
News

Ka SPPG-Kepsek SDN 44 Cacabala Beri Klarifikasi Terkait Pemberian Susu 1 Liter di Hari Pertama MBG

×

Ka SPPG-Kepsek SDN 44 Cacabala Beri Klarifikasi Terkait Pemberian Susu 1 Liter di Hari Pertama MBG

Sebarkan artikel ini

ANGINDAI.COM – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pinrang Duampanua Lampa 02, Ahmad Ikhlasul, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai pemberian susu 1 liter kepada siswa di SDN 44 Cacabala Pinrang.

Ikhlasul mengatakan, adanya misinformasi bahwasannya hari pertama pemberian MBG pada Selasa 31 Maret 2026, siswa SDN 44 Cacabala hanya dapat susu 1 liter.

Faktanya, saat ini SPPG Duampanua Lampa 02 tidak operasional.

“Kami saat ini tidak operasional karena SPPG sementara renovasi. Adapun pemberian susu 1 liter ini sala satu dari paket istimewa yang diberikan ke anak-anak sebelum libur sekolah. Namun, baru disalurkan hari Selasa kemarin” kata Ikhlasul, Rabu (1/03/2026)

Ia menuturkan, pemberian susu 1 liter tersebut sejatinya dijadwalkan pada 16 Maret 2026 sebagai bagian dari paket istimewa.

Namun, terjadi keterlambatan distribusi karena ketersediaan susu saat itu terbatas.

Pihak SPPG kemudian berkoordinasi dengan sejumlah sekolah, termasuk SDN 44 Cacabala, untuk mencari solusi terbaik terkait keterlambatan tersebut.

“Kami langsung berkoordinasi dengan seluruh sekolah, salah satunya SDN 44 Cacabala. Kami bersama-sama mencari solusi. Sementara anak-anak sangat menginginkan susu 1 liter, sehingga disepakati pembagiannya pada Selasa, 31 Maret, saat siswa kembali masuk sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SDN 44 Cacabala, Syahriani, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di masyarakat.

Dikatakan, pemberian susu 1 liter di Selasa 31 Maret itu kesepakatan bersama dengan SPPG.

“Sudah di sampaikan di grup kelas masing-masing kalau nanti ada susu 1 liter bagian dari paket istimewa. Begitu pun pada hari pertama sekolah, informasi dari pihak sppg di kirim kembali ke group kelas masing-masing, baik tentang pendistribusian susu dan informasi tentang renovasi dari pihak dapur,” ujarnya.

Syahriani mengatakan semua siswa sudah menerima informasi tersebut di grup kelas masing-masing.

“mungkin warga (Tante dari anak tersebut) tidak membaca informasi di grup dan terjadi kesalahpahaman tentang pendistribusian susu 1 liter” ucapnya.

Dia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat dan mencegah kesalahpahaman di kemudian hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prove your humanity: 2   +   7   =