angindai.com platfom digital modern
Global

Iran Siapkan Perang Semesta Demi Pertahankan Pulau Kharg dari Ancaman AS

×

Iran Siapkan Perang Semesta Demi Pertahankan Pulau Kharg dari Ancaman AS

Sebarkan artikel ini

ANGINDAI.COM — Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Republik Islam Iran dilaporkan tengah mempersiapkan strategi “perang semesta” untuk mempertahankan Pulau Kharg.

Langkah ini diambil menyusul adanya laporan mengenai rencana Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump untuk mengambil alih kendali pulau yang menjadi jantung ekonomi Teheran tersebut.

Pulau Kharg, yang terletak sekitar 15 mil dari garis pantai Iran, merupakan titik paling vital bagi stabilitas ekonomi negara tersebut.

Hampir seluruh ekspor minyak mentah Iran diproses melalui fasilitas di pulau seluas 8 kilometer persegi ini.

Pengamat Timur Tengah, Pizaro Ghazali Idrus, menyebutkan bahwa Pulau Kharg mengendalikan sekitar 90 persen ekspor minyak Iran yang mengalir melalui Selat Hormuz.

Menurut laporan Axios, Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan operasi militer untuk menguasai Pulau Kharg guna menekan Iran agar membuka kembali akses di Selat Hormuz.

Ambisi Amerika Serikat untuk menguasai titik strategis ini sebenarnya bukan hal baru, mengingat CIA telah mengidentifikasi kepentingan vital pulau tersebut sejak tahun 1984.

Pizaro mengungkapkan bahwa pulau kecil ini memiliki kapasitas penyimpanan yang luar biasa besar, yakni mencapai 30 juta barel minyak.

Saat ini, setidaknya terdapat 18 juta barel minyak yang tertampung di sana. Mengingat signifikansinya yang setara dengan urat nadi negara, Pizaro menilai Iran akan melakukan segala upaya, termasuk melibatkan masyarakat luas dalam skema perang semesta, untuk menghadapi kekuatan militer AS.

Kondisi di lapangan menunjukkan eskalasi yang nyata. Laporan dari CNN menyebutkan bahwa militer Iran telah meningkatkan pengerahan personel, memasang sistem pertahanan udara tambahan, serta menebar ranjau di sekitar perairan pulau.

Upaya penguatan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi operasi darat atau pendaratan pasukan marinir Amerika Serikat.

Di sisi lain, Washington dikabarkan telah mengerahkan dua unit pengintai Korps Marinir ke wilayah Timur Tengah. Pasukan ini diprediksi akan bergabung dengan sekitar 1.000 prajurit dari Divisi Lintas Udara ke-82 dalam waktu dekat.

Meski rencana pendudukan mengemuka, mantan Panglima Tertinggi Sekutu NATO, Laksamana Purnawirawan James Stavridis, menyarankan alternatif lain berupa blokade angkatan laut untuk menekan Iran tanpa harus mendaratkan pasukan di pantai yang berisiko tinggi.

Rencana pengerahan pasukan darat ini pun mendapat sorotan dari negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk.

Mereka mendesak Washington untuk menghindari pendudukan fisik atas Pulau Kharg karena dikhawatirkan akan memicu pembalasan luas dari Iran terhadap infrastruktur energi di seluruh kawasan Teluk.

Alih-alih pendudukan, negara-negara tetangga Iran tersebut lebih mendorong AS untuk fokus pada pelumpuhan program rudal balistik Teheran.

Menanggapi ancaman yang kian nyata, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, secara tegas memberikan peringatan keras kepada pihak lawan.

Ia menyatakan bahwa setiap upaya untuk menduduki pulau-pulau milik Iran akan berhadapan dengan konsekuensi militer yang fatal.

Bagi Iran, mempertahankan Pulau Kharg bukan sekadar masalah kedaulatan wilayah, melainkan pertaruhan hidup mati bagi keberlangsungan ekonomi dan militer bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prove your humanity: 2   +   10   =