angindai.com platfom digital modern
News

Viral Video Syur Dua Pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Dekat Kamar Jenazah

×

Viral Video Syur Dua Pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Dekat Kamar Jenazah

Sebarkan artikel ini

ANGINDAI.COM – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus mengambil langkah tegas dengan membebastugaskan dua oknum pegawai yang diduga terlibat dalam video asusila di lingkungan rumah sakit.

Keputusan ini diambil setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan tindakan tidak senonoh tersebut viral di media sosial.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi, dr Abdul Hakam, mengonfirmasi bahwa kedua oknum tersebut saat ini dirumahkan untuk menjalani pemeriksaan internal.

Langkah membebastugaskan ini bertujuan agar proses investigasi berjalan objektif tanpa mengganggu jalannya pelayanan publik di rumah sakit.

Menurut keterangan dr Abdul Hakam pada Senin, 5 Januari 2026, pihak manajemen telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi terkait beredarnya video tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara mendalam untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan serta menjaga integritas instansi.

Hakam menambahkan bahwa hasil dari pemeriksaan internal ini nantinya akan dilaporkan secara resmi kepada Bupati Kudus dan pihak Inspektorat sebagai dasar pengambilan sanksi lebih lanjut sesuai regulasi yang berlaku bagi pegawai BLUD.

Video yang memicu kegaduhan publik tersebut awalnya beredar luas melalui platform TikTok.

Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pria dan wanita yang merupakan pegawai rumah sakit sedang berpelukan dan berciuman di sebuah lorong.

Ironisnya, lokasi kejadian tersebut diketahui berada tepat di samping ruang pemulasaran jenazah.

Meski rekaman CCTV itu baru menjadi perbincangan hangat dan viral belakangan ini, terungkap bahwa peristiwa asusila tersebut sebenarnya terjadi pada tahun 2020 silam.

Namun, kemunculan kembali video ini di ruang digital memicu reaksi keras dari netizen yang menyayangkan perilaku amoral dilakukan di area pelayanan kesehatan.

Pihak RSUD dr Loekmono Hadi menyayangkan adanya aksi tersebut dan berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prove your humanity: 9   +   5   =