ANGINDAI.COM, Pangkep – Upaya pencarian terhadap pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport yang hilang kontak di kawasan gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut dipiloti oleh Kapten Andy Dahananto, seorang penerbang senior yang membawa total 11 orang di dalamnya.
Pesawat yang tengah menempuh rute Yogyakarta menuju Makassar tersebut dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 13.00 Wita, sesaat sebelum dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Dari total 11 orang di dalam manifes, terdapat delapan orang kru pesawat termasuk pilot, serta tiga orang penumpang.
Sebelumnya titik koordinat terakhir pesawat diperkirakan berada di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, tepatnya pada posisi 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan 25 personel yang terbagi dalam tiga regu untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.
Sosok Capt Andy Dahananto yang berada di balik kemudi pesawat merupakan pilot berpengalaman berusia 52 tahun.
Pria kelahiran Surabaya yang kini berdomisili di Tangerang tersebut dikenal sebagai pilot senior yang telah menerbangkan pesawat ATR PK-THT sejak tahun 2016.
Selain berkarier di maskapai swasta, Andy juga memegang tanggung jawab sebagai kapten surveilans di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Rekam jejak pendidikan Andy bermula dari SMA 66 Jakarta sebelum akhirnya menekuni dunia penerbangan di Juanda Flying School Surabaya.
Profesionalismenya di udara sejalan dengan dedikasinya dalam melakukan patroli udara untuk pengawasan sumber daya kelautan Indonesia.
Sebelum insiden terjadi, Andy sempat mengunggah foto selfie di media sosialnya pada 17 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, ia tampak tersenyum mengenakan seragam hitam bertuliskan patroli udara milik KKP.
Foto tersebut kini menjadi sorotan publik seiring dengan kabar hilangnya pesawat yang ia kemudikan.
Di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilang kontak, warga setempat melaporkan adanya suara dentuman keras.
Hasna, salah seorang warga Leang-leang, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar suara dentuman satu kali dari kejauhan.
Ia menggambarkan suara tersebut menyerupai patahan bambu besar atau pohon tumbang sebelum akhirnya kawasan tempat tinggalnya mulai dipenuhi petugas penyelamat.
Hingga saat ini, tim Basarnas bersama instansi terkait masih terus berupaya mencapai lokasi koordinat yang dimaksud.
Kondisi medan dan cuaca di area perbukitan Maros menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi dan pencarian badan pesawat.

























