angindai.com platfom digital modern
News

BMKG: Waspada Banjir dan Longsor, Prakiraan Cuaca Sulsel 1 Januari 2026

×

BMKG: Waspada Banjir dan Longsor, Prakiraan Cuaca Sulsel 1 Januari 2026

Sebarkan artikel ini
325 Rumah Terendam Banjir di Sidrap
Foto: Kondisi Banjir Luwu beberapa waktu lalu

ANGINDAI.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan pada hari pertama tahun 2026, Kamis, 1 Januari. Masyarakat diminta waspada terhadap risiko banjir dan tanah longsor, terutama bagi yang berada di wilayah utara dan pegunungan.

Berdasarkan data prakiraan cuaca yang dirilis pukul 06.30 WITA, wilayah Luwu Utara, Pinrang, Tana Toraja, dan Enrekang masuk dalam kategori zona berisiko terdampak banjir serta tanah longsor. Kondisi ini dipicu oleh intensitas hujan yang diprediksi akan mengguyur wilayah tersebut sepanjang hari.

Pada pagi hari, cuaca di Sulawesi Selatan secara umum terpantau berawan. Namun, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di wilayah pesisir barat dan selatan, meliputi Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, hingga Jeneponto.

Memasuki siang dan sore hari, hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan diprediksi akan mengalami hujan ringan hingga sedang.

Kondisi ini berlanjut hingga malam hari, kecuali untuk wilayah Bantaeng, Bone, Bulukumba, Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Sinjai yang diperkirakan hanya akan berawan.

Sementara itu, pada dini hari nanti, cuaca diprediksi kembali berawan secara luas di Sulawesi Selatan. Meski demikian, potensi hujan ringan masih membayangi wilayah Barru, Parepare, dan Pinrang.

BMKG juga mencatat suhu udara berada pada rentang 18 hingga 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 65 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah Barat ke Utara dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 35 kilometer per jam.

Masyarakat diimbau untuk tetap memperbarui informasi cuaca melalui saluran resmi BMKG dan tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di daerah rawan bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prove your humanity: 8   +   9   =