angindai.com platfom digital modern
News

Pemprov Sulsel Kebut Rekonstruksi Jalan Paleteang-Enrekang Sepanjang 19 Kilometer

×

Pemprov Sulsel Kebut Rekonstruksi Jalan Paleteang-Enrekang Sepanjang 19 Kilometer

Sebarkan artikel ini

ANGINDAI.COM, Pinrang – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tengah memprioritaskan penanganan infrastruktur jalan melalui proyek preservasi Paket 3 dengan total anggaran mencapai Rp478,1 miliar.

Fokus utama saat ini menyasar pada rekonstruksi ruas Paleteang – Malimpung – Batas Enrekang di Kabupaten Pinrang sepanjang 19 kilometer.

Kepala Pelaksana Proyek Paket 3 dari PT. Bumi Karsa, Faisal Hamka, mengungkapkan bahwa progres di lapangan telah memasuki berbagai tahapan krusial.

Tim konstruksi sedang melakukan penyiapan serta perbaikan badan jalan guna memastikan fondasi jalur tersebut kokoh sebelum tahap akhir

Kata dia pekerjaan yang sedang berjalan meliputi rekonstruksi kelas A primer, pengaspalan di sejumlah segmen, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan talud, pasangan batu untuk saluran drainase kecil atau ngendong, serta pembuatan saluran samping.

Selain itu, dilakukan pula penguatan bahu jalan selebar 1,5 meter menggunakan rigid beton pada sisi kiri dan kanan jalan.

Faisal menjelaskan bahwa proyek ruas Paleteang – Malimpung – Batas Enrekang ini secara administratif ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember 2026.

“Untuk ruas Paleteang–Malimpung–Batas Enrekang, proyek ini ditargetkan rampung sesuai jadwal pada Desember 2026. Namun, menargetkan percepatan penyelesaian sehingga dapat difungsikan lebih awal pada April 2026,” kata Faisal, Sabtu (18/1/2026).

Meski demikian, pihak pelaksana berupaya melakukan percepatan pengerjaan agar jalan tersebut sudah dapat difungsikan secara optimal oleh masyarakat pada April 2026.

Selain ruas sepanjang 19 kilometer tersebut, pengerjaan juga sedang berlangsung pada ruas Batas Enrekang – Kabere dengan panjang 4,56 kilometer.

Secara keseluruhan, Paket 3 ini mencakup penanganan jalan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar di 15 ruas jalan pada berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan.

Kehadiran proyek ini disambut positif oleh warga setempat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.

Kepala Dusun Bonne, Desa Sipatuo, Mustamin, menyebutkan bahwa perbaikan ini merupakan penantian panjang warga yang akhirnya terealisasi.

Menurutnya, kerusakan jalan selama ini sering menyebabkan antrean panjang kendaraan dan menghambat aktivitas warga.

Mustamin menekankan bahwa ruas ini merupakan jalur logistik dan mobilitas yang sangat strategis. Jalan ini menjadi urat nadi penghubung lintas provinsi antara Sulawesi Barat, Makassar, hingga akses menuju destinasi wisata Tana Toraja.

“Dengan diperbaikinya jalan ini, distribusi ekonomi dan mobilitas masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih lancar,” ungkapnya.

Pihak pemerintah setempat menyampaikan apresiasi atas langkah nyata Pemprov Sulsel dalam merespons aspirasi masyarakat.

Pembangunan ini dinilai sebagai bukti realisasi janji pemerintah terkait pembenahan sektor infrastruktur jalan, persawahan, hingga pengairan yang pernah disampaikan langsung oleh warga saat kunjungan gubernur ke wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prove your humanity: 5   +   7   =