ANGINDAI.COM – Harga Emas Antam Tembus Rp 3,12 Juta per Gram, Investor Perlu Cermati Selisih Buyback
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam melonjak sebesar Rp 44.000 per gram, dari sebelumnya Rp 3.076.000 menjadi Rp 3.120.000 per gram.
Sejalan dengan kenaikan harga jual, harga pembelian kembali atau buyback oleh Logam Mulia juga mengalami peningkatan. Harga buyback naik sebesar Rp 50.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp 2.889.000 menjadi Rp 2.939.000 per gram.
Dengan demikian, terdapat selisih atau spread sebesar Rp 181.000 per gram antara harga beli dan harga jual kembali pada hari ini.
Kenaikan harga ini membuat grafik nilai emas menunjukkan tren mendaki yang tajam.
Namun, para calon investor diingatkan untuk memahami mekanisme dua jenis harga dalam investasi emas batangan, yakni harga emas saat membeli dan harga buyback saat menjual.
Sebagai ilustrasi, jika seorang investor membeli emas hari ini di harga Rp 3.120.000 per gram dan terpaksa menjualnya kembali pada sore hari yang sama, maka investor tersebut akan menerima harga buyback sebesar Rp 2.939.000.
Hal ini menunjukkan adanya potensi kerugian instan jika emas tidak disimpan dalam jangka waktu yang cukup.
Oleh karena itu, investasi emas batangan sangat disarankan untuk tujuan finansial jangka panjang.
Dalam durasi yang lama, kenaikan harga emas diharapkan mampu melampaui selisih harga beli dan buyback (spread), sekaligus memberikan margin keuntungan yang substansial.
Berdasarkan data historis, investasi emas terbukti memberikan keuntungan yang menarik bagi mereka yang disiplin menyimpan dalam jangka menengah hingga panjang.
Sebagai contoh, investor yang membeli emas pada 30 April 2024 di harga Rp 1.325.000 per gram, kini telah mengantongi potensi keuntungan sebesar 121,81 persen.
Contoh lainnya, bagi mereka yang baru memulai investasi pada 30 Januari 2025 dengan harga Rp 2.880.000 per gram, saat ini sudah mencatatkan keuntungan sebesar 2,05 persen.
Semakin lama masa simpan, persentase keuntungan cenderung semakin besar, seperti pembelian pada 30 Juli 2024 yang kini nilainya telah tumbuh 109,93 persen.
Para pengamat menyarankan investor untuk terus memantau pergerakan harga global dan nilai tukar rupiah yang turut mempengaruhi fluktuasi harga logam mulia di pasar domestik sebelum mengambil keputusan transaksi.

























