angindai.com platfom digital modern
News

Produksi Padi Pinrang 2025 Tembus 688 Ribu Ton, Meningkat 8,4 Persen Dibanding 2024

×

Produksi Padi Pinrang 2025 Tembus 688 Ribu Ton, Meningkat 8,4 Persen Dibanding 2024

Sebarkan artikel ini

ANGINDAI.COM – Kabupaten Pinrang kembali memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional setelah mencatatkan angka produksi padi yang fantastis pada musim tanam 2025.

Total produksi padi Kabupaten Pinrang mencapai 688.000 ton Gabah Kering Panen (GKP), mengalami peningkatan signifikan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, A. Sinapati Rudy, saat menghadiri kegiatan Pesta Panen di Dusun Pappareang, Desa Mattiro Ade, Kecamatan Mattiro Sompe pada Senin (29/12/2025).

Peningkatan produksi tersebut merupakan lonjakan besar jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar 636.712 ton GKP.

Menurut Sinapati, kunci utama dari keberhasilan ini adalah sinergi lintas sektor dalam mengoptimalkan Program Indeks Pertanaman (IP) 300.

Program tersebut mendorong petani untuk melakukan penanaman hingga tiga kali dalam setahun di lahan yang sama.

“Hingga saat ini, proses panen di seluruh wilayah Kabupaten Pinrang telah menjangkau 97 persen dari total luas baku sawah yang mencapai 50.877 hektare,” kata Sinapati kepada Angindai.com, Selasa (30/12/2025).

Berdasarkan hasil ubinan di lapangan, rata-rata produktivitas lahan petani mampu menghasilkan 7,5 ton gabah per hektare.

Sementara itu, Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani yang ia sebut sebagai pahlawan pangan.

Ia menilai capaian ini adalah manifestasi dari kolaborasi yang kuat antara kerja keras masyarakat tani dengan kebijakan pemerintah daerah yang tepat sasaran.

Menurut Bupati Irwan, selain faktor teknis penanaman, ketersediaan pupuk yang terjaga serta stabilitas harga gabah yang menguntungkan menjadi faktor krusial yang mendukung semangat petani di lapangan.

Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan pendapatan rumah tangga petani di Pinrang.

Keberhasilan peningkatan produksi ini tidak hanya memberikan jaminan stok pangan daerah, tetapi juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Pinrang sebagai pilar ekonomi utama masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prove your humanity: 2   +   4   =