ANGINDAI.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis (27/11/2025). Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang mendorong indeks dolar AS kembali menguat.
Berdasarkan data pasar yang dirangkum dari berbagai sumber, mata uang Garuda berada di posisi Rp16.634 per dolar AS pada penutupan perdagangan sore ini. Rupiah tercatat melemah sekitar 0,20% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Pelemahan serupa juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), yang dipatok pada level yang mendekati angka tersebut. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan jual terhadap aset mata uang berisiko, termasuk rupiah, masih cukup dominan menjelang akhir bulan.
Analisis Faktor Penekan
Analis pasar modal mencatat bahwa pergerakan rupiah yang cenderung tertekan ini didorong oleh dua faktor utama: faktor domestik dan global.
Secara global, penguatan dolar AS disebabkan oleh optimisme investor terkait data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, serta spekulasi mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pernyataan beberapa pejabat The Fed yang mengindikasikan bahwa suku bunga akan dipertahankan tinggi lebih lama (higher for longer) kembali menjadi perhatian utama. Kebijakan ini membuat aset yang didenominasi dolar menjadi lebih menarik, sehingga menekan mata uang negara berkembang.
“Sentimen The Fed masih menjadi penggerak utama pasar. Rupiah, bersama mata uang regional lainnya, merasakan dampaknya. Selain itu, harga komoditas global yang fluktuatif juga turut memengaruhi neraca dagang Indonesia,” ujar seorang ekonom dari lembaga riset ternama.
Dari sisi domestik, pelemahan Rupiah terbatas karena didukung intervensi Bank Indonesia di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, menjelang akhir kuartal, kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri oleh korporasi seringkali meningkatkan permintaan dolar AS, yang secara alami memberi tekanan lebih lanjut pada Rupiah.
Proyeksi Pergerakan Jangka Pendek
Para pelaku pasar memprediksi bahwa Rupiah pada perdagangan Jumat (28/11/2025) kemungkinan akan bergerak dalam kisaran terbatas. Stabilitas nilai tukar sangat bergantung pada data inflasi AS yang akan dirilis malam nanti, yang dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai langkah The Fed berikutnya.
Pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya menjaga fundamental ekonomi domestik agar tetap solid sebagai benteng pertahanan Rupiah dari gejolak eksternal. Diperkirakan Rupiah akan bergerak antara level support Rp16.600 dan resistance Rp16.670 di sesi perdagangan berikutnya.

























