Hery juga menjelaskan bahwa perseroan terus berkomitmen menjaga kepercayaan publik dengan melakukan kegiatan update kepada investor potensial melalui konferensi dan non-deal roadshow.
BSI berusaha menjaga kinerja baik di segmen retail maupun wholesale di tengah tantangan perekonomian global yang diwarnai oleh ketidakpastian geopolitik.
Dalam data kepemilikan saham Bloomberg, terdapat beberapa investor asing yang tertarik untuk memperoleh saham BRIS, seperti Dimensional Fund Advisors LP, SEI Investments Co., RWC Partners Ltd, BlackRock Inc, dan UBS AG.
“Hingga saat ini, BSI telah mencatat pertumbuhan laba sebesar 33,88% (yoy) menjadi Rp5,70 triliun per Desember 2023,” bebernya.
Hery menambahkan bahwa pertumbuhan positif BSI didukung oleh pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).
“Serta dana murah yang tumbuh dua digit, serta strategi dan model bisnis yang terdigitalisasi,” ujarnya.